Posted by: psikotikafif | September 2, 2008

Leluhur Suku Wana, di Kendari (Sulawesi Tengah)

A. Asal-Usul

Berbicara tentang Suku Wana, pertama-tama yang harus diketahui adalah tentang sebuah kawasan yang terletak di pedalaman Propinsi Sulawesi Tengah bagian Timur. Kawasan yang dimaksud merujuk pada pemukiman Suku Wana yang meliputi wilayah pedalaman di Kabupaten Poso (terutama di Kecamatan Ampana Tete, Ulu Bongka, dan pedalaman Kecamatan Bungku Utara), Kabupaten Morowali (Kecamatan Mamosolato, Petasia, dan Soyojaya), dan sebagian tinggal di pedalaman Kabupaten Luwuk Banggai (Sudaryanto, 2005).

Oleh masyarakat luar, Suku Wana sering disebut sebagai Tau Taa Wana yang artinya orang yang tinggal di kawasan hutan. Namun, Suku Wana sendiri lebih sering menyebut dirinya dengan Tau Taa (tanpa wana), atau orang Taa. Hal ini disesuaikan dengan bahasa yang mereka gunakan, yaitu bahasa Taa –selain karena dalam bahasa mereka tidak dikenal istilah wana (Camang, 2006).

Dalam membangun kawasan pemukimannya, Suku Wana memilih untuk tidak membaur dengan penduduk mayoritas. Mereka memilih tinggal di kawasan pedalaman hutan Sulawesi Tengah dengan membangun semacam perkampungan yang disebut lipu. Dalam tradisi Suku Wana, nama kelompok masyarakat yang menempati lipu disesuaikan dengan nama kawasan di mana lipu tersebut berada. Misalnya To Posangke, To Oewaju, To Kajupoli, To Bulang, To Kajumarangke, To Untunue, To Langada, dan sebagainya (Departemen Transmigrasi dan PPH RI, Kantor Wilayah Propinsi Sulawesi Tengah, 1999/2000).

lebih lengkap baca di sini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: